Friday, April 4, 2008

"Telur itu telah pecah"

























Alhamdulillah, "telur itu telah pecah". Begitu ucap kawan sekaligus supervisorku, Luqman mengomentari fisik majalah Edukasia edisi dummy. Terlepas dari kekurangan dan kelebihannya, lanjutnya, kami boleh sedikit berbangga telah melahirkan wujud pertama "bayi jurnalistik" tersebut. Cheers, you deserve it, mate, sambil mengangkat gelas anggur berisi lemon tea.

Banyak memang yang harus dievaluasi dan secara pribadi menurutku edisi ini jauh dari sempurna, jauh dari ekspektasi awalku ketika merumuskan konsep bisnis majalah ini.
Tetapi, setidaknya kita bisa memakai edisi Dummy ini menjadi pijakan besar untuk melangkah, bahkan meloncat ke tempat tujuan.

Semoga bisa menjadi penerang jalan bagi masyarakat, do'anya. Amien.

Tak lupa kuucapkan terima kasih buat semua yang berperan di dalam mewujudkan Majalah Edukasia. Long live Edukasia!

2 comments:

Anonymous said...

loe bikin majalah bro..?? pasti mantaphh..

untuk kalangan terbatas atawa buat orang-orang di daerah terpencil kayak aku juga boleh beli bro..?

Rp15 ribu kan..? Dmana bisa beli atawa pesen..

Jika kenan, alamatku ada di Jl Urip Sumohardjo 88, Bandarlampung

d/a Kantor Surat Kabar Harian LAMPUNG EKSPRES plus

- 0811 - 798 - 335 -

adolf_ayatullah@yahoo.com

Dedy said...

iya neh, tp blm terbit, baru ngerjain dummy-nya, udah 3 bulan n 2 kali naek cetak.. doain aja bulan depan bisa terbit, insya Allah jadi Majalah Bulanan.. distribusinya sih kepengennya ke toko2 buku di jakarta dulu, yg pasti kota2 besar di Indo..