Friday, August 31, 2007

Youtube fenomena

Sedikit refreshing mungkin ada yg belum tahu apa sebenernya Youtube itu.

Tahukah antum? Membahas Youtube sangatlah menarik bagi mereka yang sempat merasakan kehidupan di negeri-negeri maju dengan infrastruktur Broadband yang sophisticated.

Saat ini, sekitar 100 juta video clip di tonton setiap harinya dari segala penjuru dunia, sekitar 65,000 video baru di upload dalam 24 jam dan 20 juta pengunjung setiap bulannya (Nielsen/Net rating).

Apa yang membuat Youtube begitu menarik?Banyak hal, dan pertama, Youtube merupakan sebuah fenomena business internet. Diciptakan oleh 2 orang anak muda,Chad Harley n Stephen Chen asal amerika pada February 2005 di sebuah garasi mobil, Youtube kini dimiliki oleh Google, diacquire pada October 2006 (20 bulan sejak pertama beroperasi) dengan harga US$1.65 billion dan menjadikan mereka Milyarder).

Secara philosophis, Youtube juga diyakini merupakan sebuah media alternatif yg bisa mewakili karakter sebuah generasi, yaitu generasi broadband. Kalau melihat dari semboyannya "Broadcast yourself" Youtube adalah sebuah media tanpa sensor (almost) untuk mereka yang ingin tampil dan berkomunikasi secara audio visual secara global.

Tapi jangan kaget, tak hanya anak muda generasi iPod yang tertarik dengan Youtube, banyak kalangan lain yang melirik Youtube sebagai media effektif untuk tampil. For example, didunia politik, Amerika khususnya, Barrack Obama and Hillary Clinton menggunakan Youtube sebagai media campaign politik mereka.

Dari segi hukum, Youtube juga sangat menarik karena banyak aspek2 hukum internet, terutama menyangkut video copy rights and other Intellectual Property rights. Kalangan Hollywood sampai saat ini beranggapan bahwa Youtube sebagai "'the marketing guys love YouTube and the legal guys hate it" Sesuatu yang sangat dicintai oleh para praktisi Marketing tapi sangat dibenci oleh praktisi hukum. Memang, media yg hampir tanpa sensor, termasuk Youtube pastilah mempunyai dua sisi mata pedang, positif dan negatif. Tapi, itu saya rasa bukan sebuah alasan untuk menjadikannya sebuah hal yang hitam putih dan menyingkirkannya dari kehidupan kita (dan anak kita tentunya).

Anyhow, sebagai seorang student yang kebetulan sedang menetap di negeri dengan infrastruktur broadband yang kuat, saya melihat sebuah kesempatan yang tidak boleh dilewati. Banyak juga content2 Islam yang di upload di Youtube dan saya rasa itu sebagai sesuatu yang positif dan menantang. Media ini harus bisa kita pergunakan untuk membawa misi besar kita, misi Gontor, Misi Darunnajah dan misi ummat Islam generally. Walhasil, banyak video yang saya rasa mubazir bila hanya disimpan di Harddisk laptop saya. Termasuk video Darunnajah, Gontor dan sebagainya. Sebagai penanggung jawab DN Production House sebagai salah satu badan usaha milik Darunnajah yang telah memproduksi video-video tersebut, saya juga mengajak rekan kawan haula yang mungkin punya minat dan tertarik untuk mengembangkan dakwah lewat media audio visual, terserah nantinya kita menggunakan platform apapun, CD,DVD, Internet, TV ataupun Layar Perak. Almuhim, content sebagai aspek substansial haruslah kita kuasai, dan untuk kepentingan bersaing dibidang itu, Kreativitas dan imaginasi menjadi kuncinya.

Even Einstein once said; "Imagination is more important than knowledge"

Wassalam,Hadiyanto, 696ps;
www.youtube.com/barracoeda

data diambil dari Wikipedia n Sorry kalo banyak ngelantur, maklum pusing disertasi..

No comments: